Record Detail
Advanced SearchText
Makna Sosial Anak Abah Tusuk Tiga Paslon
Gerakan "Anak Abah Tusuk Tiga Paslon" adalah narasi yang digaungkan oleh pendukung Anies Baswedan yang muncul sebagai bentuk protes terhadap hasil Pemilihan Presiden 2024 dan ketidakikutsertaan Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. Fenomena ini mencerminkan ketidakpuasan politik pendukung Anies, yang dikenal sebagai "Anak Abah," terhadap sistem politik yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana makna sosial gerakan ini terbentuk serta bagaimana tanda dan pertukaran tanda terjadi di berbagai lingkup, seperti partisipan pendukung, lawan politik, akademisi, dan media. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika sosial Theo Van Leeuwen, data dikumpulkan melalui wawancara tidak terstruktur serta studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi pembentukan makna baru terhadap gerakan "Anak Abah Tusuk Tiga Paslon" pada berbagai lingkup yang telah disebutkan sebelumnya. Makna- makna tersebut meliputi kekecewaan, protes, melek politik, upaya agar didengar, ketidakterimaan, ketidakpuasan dan sikap pesimis yang semua itu terbentuk dari berbagai faktor yang dipadukan dengan semiotic resource masing- masing individu. Faktor- faktor tersebut yaitu pergejolakan arus politik yang dinamis, pengaruh sosialita secara tatap muka maupun media sosial, kefanatikan, idealisme dan sikap realistis.
Kata kunci: semiotika sosial, tusuk tiga paslon, politik, anak abah.
Availability
| S103080SP | S1.PRDC.097.25 | Hanya Tersedia Softcopy | Available |
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Call Number |
S1.PRDC.097.25
|
| Publisher | LSPR : Jakarta., 2025 |
| Collation |
-
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
NONE
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available






